KIMIA DASAR I

by - June 22, 2011

Good nite Jill :-*

Mau nyampah dikit yah ini ada tugas kd 1 gua, takutnya besok kagak bisa dibuka sama bu tinnya. Dari pada gua disuruh bikin lagi mending gua copy-paste dari yang ini. Intinya mah ini gak penting, cuma buat jaga-jaga hehe^^


Tugas Remedial Kimia Dasar I

Aplikasi Larutan Penyangga (Buffer) Dalam Kimia Analisis





Pengajar: Ir. Tin Kartini
Disusun oleh: Annisa Mayadewi
Kelas: 10-4
NIS: 10.56.06641


LARUTAN BUFFER

1. Pendahuluan


Buffer atau larutan penyangga adalah larutan yang terdiri dari asam lemah dan garam-nya yang dapat mempertahankan dan menjaga pH. Bidang bioteknologi tidak bisa dipisahkan dari penggunaan larutan ini.

Dalam memilih buffer, yang harus diperhatikan adalah pH optimum serta sifat-sifat biologisnya. Banyak jenis buffer yang mempunyai impact terhadap sistem biologis, aktivitas enzim, substrate, atau kofaktor.

Larutan buffer adalah larutan yang terdiri dari garam dengan asam lemahnya atau garam dengan basa lemahnya. Komposisi ini menyebabkan larutan memiliki kemampuan untuk mempertahankan pH jika kedalam larutan ditambahkan sedikit asam atau basa. Hal ini disebabkan larutan penyangga memiliki pasangan asam basa konyugasi (konsep asam Bronsted-Lowry)





 Larutan Penyangga

Larutan penyangga, larutan pendapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar pH tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.
Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara kedua komponen penyusun ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi.

 Komponen Larutan Penyangga

Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:
1. Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini menghasilkan larutan bersifat asam.
2. Basa lemah (B) dan basa konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan bersifat basa
Contoh larutan penyangga :
a. Campuran CH3COOH dengan CH3COONa
b. Campuran NH4OH dengan NH4Cl







 Fungsi Larutan Penyangga


a) Dalam tubuh makhluk hidup

Dalam tubuh manusia terdapat sistem penyangga yang berfungsi untuk mempertahankan harga pH.
Contoh :
Dalam darah terdapat sistem penyangga antara lain asam bikarbonat, hemoglobin, dan oksihemoglobin. Karbon dioksida terbentuk secara metabolik dalam jaringan kemudian diangkut oleh darah sebagai ion bikarbonat.
Dalam sel darah merah terdapat sistem penyangga sebagai berikut :

H3PO4- + H2O --->HPO42- + H3O+


b) Dalam kehidupan sehari-hari

Larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari digunakan dalam berbagai bidang seperti biokimia, bakteriologi, kimia analisis, industri farmasi, juga dalam fotografi dan zat warna.

Dalam industri farmasi, larutan penyangga digunakan pada pembuatan obat- obatan agar obat tersebut mempunyai pH tertentu dan tidak berubah.

Larutan penyangga mengandung sesuatu yang akan menghilangkan ion hidrogen atau ion hidroksida yang mana anda mungkin menambahkannya – sebaliknya akan merubah pH. Larutan penyangga yang bersifat asam dan basa mencapai kondisi ini melalui cara yang berbeda.





2. Aplikasi Larutan Penyangga (buffer) dalam Kimia Analisis



Salah satu aplikasi larutan penyangga ada pada bidang kimia analisis. Di dalam kimia analisis, larutan penyangga atau yang biasa disebut dengan buffer ini sangat berpengaruh. Sebagai contoh dapat dilihat pada penetapan Fe (II) dalam Garam Tunjung (FeSO4.7H2O)yang dilakukan secara Gravimetri.

Seperti yang sudah tertera diatas, fungsi dari penggunaan larutan penyangga dalam penetapan ini adalah untuk mempertahankan nilai pHnya, atau dalam kasus ini agar pHnya tidak melebihi 10. Karena pH yang dibutuhkan dalam penetapan ini adalah <10 atau =10.

Reaksi:

2 HNO3 → H2O + 2 NO + 3 O

6 FeSO4 + 6 HNO3 + 3 O → 2 Fe2(SO4)3 + 2 Fe(NO3)3 + 3 H2O

Fe2(SO4)3 + 2 Fe(NO3)3 + 18 NH4OH → 6 Fe(OH)3 + 6 (NH4)2SO4 + 6 NH4NO3

6 Fe(OH)3 → 3 Fe2O3 + 9 H2O


Kita dapat lihat dari reaksi pada baris ketiga:



Fe2(SO4)3 + 2 Fe(NO3)3 + 18 NH4OH → 6 Fe(OH)3 + 6 (NH4)2SO4 + 6 NH4NO3


Dalam reaksi ini terdapat basa lemah (NH4OH) yang bertemu dengan garamnya yang berasal dari asam kuat (NH4NO3). Larutan buffer adalah larutan yang terdiri dari garam dengan asam lemahnya atau garam dengan basa lemahnya. Pada saat inilah larutan buffer terbentuk.
Dengan adanya larutan buffer ini, pH larutan akan tetap stabil dan sesuai syarat yang dibutuhkan.






DAFTAR PUSTAKA

http://www.susilochem04.co.cc/2011/01/larutan-penyangga-buffer.html

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/larutan/larutan-penyangga-atau-buffer/

http://www.scribd.com/doc/47519976/Fungsi-Larutan-Penyangga-up

Drs. Inowyathye Iskandar, Dra. Nenny Hendrawati, R. Rudi Hendrakusumah. Analisis Gravimetri, Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor 2008

Thanks for being my folder JIll :-*



chacha
XO♥XO

You May Also Like

0 comment

Call Me Pinky is an online journal that shares life adventure, dream, and all other random good things. Thank you for taking your time reading this site and for leaving comments. I appreciate that a lot. xx