BETAPA GUE MENGAGUMI TAKDIR

by - June 09, 2012

Hay, selamat malam dunia!
Selamat menikmati opening match euro dari Yunani vs Polandia \m/
Berhubung gue gak ngerti bola, maaf sekali, jadi lebih baik gue posting blog. Lagian juga ada yang lagi pengen gue ceritain.

Takdir itu keren ya. 

Entah kenapa akhir-akhir ini gue betul-betul berpikir bahwa takdir itu keren. 
Semua ini bermula dari suatu Selasa pagi dimana pelajaran pertama hari itu adalah Kimia Analisis. 

Disitu kita lagi bahas tentang "Bagaimana sebaiknya menyikapi limbah atau sisa pereaksi kimia sebelum dibuang?"
Jawabannya adalah limbah kimia tersebut harus diolah sedemikian rupa sampai limbah tersebut ramah lingkungan baru dibuang. Nah, gimana cara ngetes apakah limbah tersebut sudah bersih atau belum? 

Limbah tersebut kita tes pake suatu Indikator Biologis, biasanya disini kita pake Ikan Mas. Jadi, limbah yang siap buang itu diambil sedikit sebagai sample dan dituang ke dalam kolam ikan mas, kalo limbah tersebut bersih, maka ikannya baik-baik aja. Tapi kalo ternyata limbah tersebut belum bersih, maka ikannya megap-megap, tiba-tiba cacat atau kemungkinan terburuk, mati. 

Nah, pas banget setelah gue denger itu dari guru gue, gue kaget. Gue kasian sama ikan mas-ikan mas korban gagal penetralan limbah. 
Gue langsung mengucap syukur "makasih ya Allah chacha bukan ikan mas"
Gue langsung ngerasa betapa takdir itu keren. Gue terlahir sebagai manusia dan ikan mas terlahir sebagai ikan mas. Dan beberapa dari ikan mas ini, ada yang diciptakan untuk (mungkin) mati dalam pengetesan penetralan limbah kimia yang gagal dan beberapa lainnya hidup bahagia di akuarium seseorang dan mati dalam damai. Keren, kan?

Bagaimana gue terlahir dari perut nyokap gue, bagaimana bokap gue adalah bokap gue, bagaimana gue terlahir sebagai anak pertama dari 3 bersaudara yang semuanya cewek:

Ade, chacha, Ebi

Ebi, Ade, chacha

chacha

chacha (yg gandeng chacha, papa) (yg megang pelampung bebek, mama)

Bagaimana gue menghabiskan masa SMP gue di sebuah pesantren dan selanjutnya menghabiskan masa SMA di SMAKBO dan ketemu-ketemu temen 11-5{}

Bagaimana gue bisa betemen sama Acil yang awalnya gue gak kenal dia sama sekali tapi sekarang kalo gak ketemu gue kangen. Bagaimana sekarang k-pop mencuri hati gue, bagaimana gue sekarang akhirnya cinta mati sama Sehun, maknae exo-k. (yup, k-pop just grabbed my heart)

Bagaimana gue terlahir kiyut dengan rambut lurus, hitam, cukup tinggi, cukup gendut, gampang ngeluarin air mata, suka melon, pengen miara anjing, fans berat Detective Conan dan gak suka pedes. 
Bagaimana gue adalah gue.

Itu semuanya takdir. Dan takdir itu ada-yang-buat. Pasti di buku takdir gue udah ditulis kapan gue akan menikah, anak gue ada berapa, gue jadi apa nanti atau kapan gue akan mati. Ya, semuanya Allah yang buat. Semua ini masterpiece-Nya. Kita ini masterpiece-Nya dan inilah yang terbaik. 

Tadi juga gue abis nonton film judulnya We Bought a Zoo. Ending film ini lagi-lagi membuat gue makin terkagum-kagum akan takdir.



Disini ceritanya ada seorang ayah yang membesarkan kedua anaknya dan baru saja ditinggal mati istri tercintanya 6 bulan lalu. Ayahnya mengajarkan kepada anaknya bahwa "Sometimes all you need is 20 seconds of insane courage and something great will come of it

Disini sang ayah lagi cerita ke kedua anaknya bagaimana pertama kali dia bertemu dengan istrinya, bagaimana takdir mempertemukan mereka.











Jadi dia masuk ke dalam restoran dan cerita masih berlanjut:







Nah disini dia mulai bener-bener kangen banget sama istrinya sampe dia speechless untuk beberapa saat, gak bisa ngomong apa-apa saking kangen tiba-tiba:



*mata gue mulai berair*





Di bayangan suaminya saat itu, istrinya benar-benar ada disana.
Gue nangis. Gak tau kenapa terharu aja, sedih aja.

Dan pas ditanya begitu, awalnya istrinya cuma diem dan senyum. Sampe beberapa saat kemudian dia jawab:


You see?
Betapa takdir itu keren. Betapa gue mengagumi takdir.

The thing is, you have to do the best with what God gave you. Just do your best.


chacha
XOXO

You May Also Like

5 comment

  1. setuju bgt ca! Gue semakin sadar takdir itu bener2 nyata pas di SMA satu sekolah sm temen TK gue yg ampe 9 thn ga ketemu wkwk endingnya skrg jadi....haha #curhat

    ReplyDelete
  2. Takdir itu emang keren ben! Hahaha jadi sekarang sama temen tk nih ummm :333

    ReplyDelete
  3. wkwk iya bukan sama yang smp lagi *eh

    ReplyDelete
  4. emang emang takdir itu keren banget... Azmi juga temen tk gue dan facebook mempertemukan kita kembali wkwkwk :')

    ReplyDelete
  5. demi apapun suka banget postingan yang ini :)

    ReplyDelete

Call Me Pinky is an online journal that shares life adventure, dream, and all other random good things. Thank you for taking your time reading this site and for leaving comments. I appreciate that a lot. xx