ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

by - October 16, 2017


Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), atau dalam bahasa inggris special needs children, jenisnya ada banyak. Ada tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita dll.

Tunanetra = tidak bisa melihat (disabilitas fisik)
Tunarungu = tidak bisa mendengar (disabilitas fisik)
Tunadaksa = cacat tubuh (disabilitas fisik)
Tunagrahita = cacat pikiran, lemah daya tangkap (disabilitas mental)
[sumber: wikipedia]

Anak-anak luar biasa ini biasanya sekolah di sekolah khusus seperti Sekolah Luar Biasa (SLB). Meskipun ada juga yang di sekolah negeri/swasta, tapi umumnya mereka punya guru pendamping pribadi.

Terlahir dengan banyak kekurangan fisik maupun mental, sebenarnya mereka sama seperti anak-anak pada umumnya. Senang ketika diberi hadiah, marah ketika barang kesukaannya direbut atau sedih dan menangis ketika jatuh saat berlari. Dengan kemampuan fisik dan mental yang terbatas, sesungguhnya mereka punya segudang kelebihan yang gue sendiri pun gak punya. Meskipun gak jarang juga mereka diacuhkan dan mendapat perlakuan berbeda.

Ini sih yang jahat. Memberi perlakuan berbeda terhadap mereka, mengacuhkan dan meremehkan mereka... padahal bukan maunya mereka juga untuk menjadi seperti itu. Dan kalo udah digituin, diacuhkan seperti itu, mereka pun gak tau harus ngapain. Cuma bisa diam dan yang ada jadi kepikiran, murung dan sedih. Bahkan ada yang sampai gak bisa tidur saking kepikirannya.


Gue sering main ke SLB. Kalo lagi disana, gue bakal menemukan diri gue berada di lingkungan anak-anak ABK. Biasanya dalam diam gue suka merhatiin. Mereka itu ceria banget. Ketawa terus. Rasanya hidup kayak gak ada beban :) terus hati mereka juga lembut banget. Iya, mereka itu perasa. Makanya sekali merasa diacuhkan, mereka bisa sedih dan kepikiran banget. Di sisi lain mereka juga minderan, karena sedikit banyak mereka mengerti dengan kondisi keterbatasan mereka.. Itu juga alasan kenapa mereka susah dekat dengan orang baru.

Biar begitu, masih banyak orang yang gak paham dengan kondisi ABK ini. Makanya gue paling gak tega kalo ngeliat anak-anak ABK seperti diacuhkan sama anak-anak normal. Karena dengan adanya perlakuan seperti itu, membuat mereka seperti mengkonfirmasi pada diri sendiri kalau;

"iya ya, aku kan berbeda..."

Padahal apa yang salah dari terlahir berbeda? Sejatinya setiap individu manusia memang diciptakan Allah berbeda-beda, kok. Tidak ada yang sama, terlepas dari ABK atau bukan.


Sejujurnya ini topik yang gak biasa gue bagi ke sembarang orang. Bukan karena gue malu punya adik ABK. Tapi karena gue takut.

Gue takut mendengar opini orang-orang tentang adik yang ABK. Gue takut melihat raut wajah mereka yang kebingungan karena gak tau harus bereaksi apa. Gue takut gue terluka mendengar penilaian mereka yang berpikiran dangkal. Makanya selain keluarga, sebelumnya hanya segelintir teman terdekat yang gue bagi cerita ini. Yang gue percaya mereka gak akan menyakiti gue dengan opini mereka.

Dulu-dulu gue pun cuma anak kecil yang gak tau bagaimana dunia bekerja dan bagaimana cara menyikapinya. Makanya gue tidak pernah membagi cerita ini di blog karena gue bingung bagaimana mengungkapkannya. Belum lagi kayak yang gue bilang sebelumnya, gue takut sama penilaian orang-orang terhadap adik.

Tapi saat ini, disaat gue mulai beranjak dewasa, gue pelan-pelan paham bahwa begitulah manusia. Karena memang diciptakan Allah tidak hanya dengan ruh dan fisik, tapi juga dengan akal, manusia pun jadi punya banyak pemikiran dan opini yang berbeda-beda. Jika ada orang-orang berpikiran dangkal yang opininya melukai hati kita, ya yaudah. Itu urusan dia dengan dunianya yang sempit itu. Yang terpenting buat gue adalah gue sayang adik gue bagaimana pun kondisinya dan gue akan selalu ada buat dia. Itu aja.


Terakhir, untuk cubits adikku,


cubits,
Adik kecil unis,
Adik kecil kesayangan unis,

cubits harus selalu ingat, meskipun terlahir kembali, unis gak mau cubits dengan kondisi yang lain. Unis mau cubits yang seperti ini. cubits gak kurang apapun. Buat unis, cubits sempurna. cubits adalah anugerah bagi keluarga kita. Papas, mamas, unis, unis ebis, kita semua akan selalu ada untuk cubits. Maaf juga sekarang unis belum bisa pulang dan menghibur cubits..

I love you, cubits. Miss you...





unis
XO♥XO

You May Also Like

2 comment

  1. Assalamu'alaikum, Chacha... ni Ibu nya Annis, tulisannya bagus. kagum Ih. Ibu nya Anis sampe sedih bacanya. semoga Chacha, Ebi dan Sarah sehat terus ya, sukses dunia akherat nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. walaikumsalam ibunya Annis.. iyanih ibunya Annis tulisannya jujur dari hati jadi gini deh hehe aamiin aamiin makasih ya ibunya Annis. Semoga ibunya Annis dan keluarga juga sehat selalu, rezeki lancar dan sukses dunia akhirat aamiin :)

      Delete

Call Me Pinky is an online journal that shares life adventure, dream, and all other random good things. Thank you for taking your time reading this site and for leaving comments. I appreciate that a lot. xx